Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan
Basic Bible Lessons

Cara Mengelola Keuangan Yang Benar Menurut Alkitab (1)

Shallom ....
Yesus telah menjelaskan bahwa salah satu tanda seseorang memiliki kehidupan rohani yang sehat adalah memiliki sikap yang benar terhadap keuangan (harta). Enambelas dari tigapuluh delapan perumpamaan Yesus berkaitan dengan uang. 
Satu dari sepuluh ayat dalam Perjanjian Baru berkaitan dengan keuangan. Alkitab memiliki 500 ayat mengenai doa, kurang dari 500 ayat mengenai iman, tapi lebih dari 2,000 ayat mengenai uang. 
Uang merupakan masalah yang sangat penting karena sikap seseorang terhadapnya sangat menentukan seperti apa hubungannya dengan Tuhan, berkenaan dengan pemenuhan rencanaNya dalam hidup ini.
Tanggung Jawab Perencanaan
Tanpa perencanaan yang didasarkan atas nilai, tujuan, prioritas Alkitab, uang menjadi tuan yang jahat dan, seperti daun yang masuk ke dalam pusaran angin, kita hanyut ke dalam pengejaran dunia akan harta (Luk. 12:13-23; 1 Tim. 6:6-10).
Perencanaan keuangan adalah suatu yang alkitabiah dan itu merupakan pelayanan yang baik, untuk terlepas dari ilah materialisme, dan merupakan cara untuk melindungi diri dari membuang-buang berkat yang Tuhan percayakan pada kita (Ams. 27:23-24; Luk. 14:28; 1 Kor. 14:40).
Perencanaan keuangan harus dilakukan di dalam ketergantungan pada perintah Tuhan dan dalam iman di mana kita bergantung pada Tuhan untuk keamanan dan kebahagiaan daripada kekuatan kita sendiri (Ams. 16:1-4, 9; Maz. 37:1-10; 1 Tim. 6:17; Fil. 4:19).
Tanggung Jawab tentang Kedisiplinan
Jika perencanaan keuangan kita adalah bekerja, ini membutuhkan disiplin dan komitmen sehingga rencana kita diwujudkan dalam tindakan. Kejujuran keuangan merupakan aspek penting dalam pertumbuhan rohani (2 Kor. 8:7). Tapi pertumbuhan rohani membutuhkan disiplin (1 Tim. 4:8; 6:3-8). Maksud baik bukan berarti tanpa rencana yang diwujudkan ke dalam tindakan.
Tanggung Jawab tentang Pelayanan
Kejujuran keuangan keluar dari pengakuan bahwa semua yang kita miliki berasal dari Tuhan (1 Taw. 29:11-16; Rom. 14:7-9; 1 Kor. 6:19-20). Hidup di dunia merupakan penugasan sementara di mana setiap orang Kristen melihat diri mereka sebagai orang asing, penduduk sementara, tidak lebih hanya sebagai pelayan Tuhan. Semua yang kita miliki—talenta kita, waktu, dan harta—dipercayakan oleh Tuhan yang harus kita investasikan bagi kerajaan dan kemuliaan Tuhan (1 Pet. 1:17; 2:11; 4:10-11; Luk. 19:11-26).
Tanggung Jawab tentang Bekerja
Salah satu cara Tuhan menyediakan kebutuhan kita adalah melalui bekerja. Melalui pekerjaan kita bisa memenuhi kebutuhan diri dan keluarga kita (2 Tes. 3:6-12; Ams. 25:27). Uang yang kita peroleh juga dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan Tuhan dan menolong mereka yang dalam kekurangan, Prioritas pertama adalah anak-anak Tuhan. Kedua,  mereka yang ada di luar iman (Gal. 6:6-10; Efe. 4:28; 3 Yoh. 5-8).
Perihal Menabung
Dukungan Alkitab
  1. Tuhan mengarahkan Yusuf untuk menyimpan atau menabung untuk masa depan (Kej. 41:35).
  2. Menabung untuk masa depan menunjukan hikmat Tuhan dan dinyatakan ciptaan Tuhan lainnya (Ams. 21:20; 30:24-25; 6:6-8).
  3. Menabung untuk masa depan merupakan tanggung jawab pelayanan untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang diperkirakan maupun yang tiba-tiba (1 Tim. 5:8; 2 Kor. 12:14).
Petunjuk Alkitab:
  1. Menjaga pandangan yang benar akan kepemilikan. Ingat! Semua kekayaan kita berasal dari Tuhan. Kita adalah pengelola, bukan pemilik (1 Taw. 29:11-16; Luk. 16:12).
  2. Menjaga pandangan yang tepat akan keamanan. Kita harus meletakan kepercayaan dalam Tuhan dan bukan pada kekayaan kita (1 Tim. 6:17).
  3. Hati-hati terhadap motivasi, prioritas, dan alasan yang tidak murni dan tidak Alkitabiah mengenai menabung seperti kekhawatiran dan menimbun karena ketidakamanan atau ketamakan (Mat. 6:25-33; Luk. 12:13-31).
  4. Keputusan mengenai masa depan harus dibawa dalam doa dan berserah pada kehendak Tuhan (Yak. 4:13-15).
  5. Jangan memberi dari tabungan atau investasi anda (Luk.12:16-21; 1 Tim. 6:18-19; 1 Yoh. 3:17).
  6. Hindari investasi yang beresiko tinggi (spekulatif) atau menjadi kaya dengan cara instan (Ams. 21:5; 28:20, 22; 1 Tim. 6:9).
  7. Mengawasi prioritas. Menjadikan kerajaan Allah sebagai investasi nomor satu (Mat. 6:20, 33; Luk. 12:31; 1 Tim. 6:18-19).
Perihal Pengeluaran
Kepuasan
Kita harus belajar untuk puas dengan apa yang kita punya (Fil. 4:11-13; 1 Tim. 6:6, 17-19; Ibr. 13:5). Saat kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki, kita bebas dari ketamakan dan perbudakan materialisme. Ini artinya kebebasan mengikuti Tuhan adalah kebebasan mengusahakan nilai dan tujuanNya. Bagaimana seseorang bisa mendapatkan kepuasan? Kepuasan merupakan hasil dari memiliki harta sorgawi dan meletakan seluruh kekhawatirannya kepada Tuhan,  Bapa Sorgawi kita, yang berdaulat (Mat. 6:19-33; 1 Pet. 5:6-7).
Godaan
Waspadalah terhadap godaan dan ajaran dunia (Rom. 12:1-2; 13:11-14; 1 Pet. 1:13-16; 5:8). Ada ratusan ajaran setiap hari yang menarik perhatian kita melalui televisi, radio, iklan, dan majalah—semua dibuat untuk mendorong kita membeli hal-hal yang tidak kita perlukan, dengan uang yang sebenarnya tidak kita punyai, untuk membuat kagum orang yang tidak kenal, dan untuk mendapatkan kebahagiaan yang semu.
Mengevaluasi Pembelian Menurut Prinsip Alkitab
  1. Apakah kita membayar secara tunai ataukah pembelian itu membuat kita harus berhutang? (lihat petunjuk mengenai Kredit).
  2. Apakah kita memiliki damai sejahtera mengenai hal itu? (Rom. 14:23; Kol. 3:15) Kita perlu mengawasi kedenderungan kita untuk merasionalisasi—memberikan jawaban menipu pada diri sendiri merupakan hal yang buruk.
  3. Apakah itu suatu kebutuhan atau keinginan (ketamakan)? (1 Tim. 6:9; 1 Yoh. 2:15). Apakah itu berguna bagi keluarga, pertumbuhan rohani, kesehatan, pelayanan, nama Tuhan, dan meningkatkan kasih kita pada Tuhan atau sebaliknya menghalangi semua itu? (1 Tim. 3:4: 5:8; 1 Kor. 6:12).
  4. Apakah kita hidup dibawa standart atau di atas standart? Apakah gaya hidup yang kita terapkan adalah cukup atau boros? Apakah kita perlu mengurangi pengeluaran kita dengan mengurangi standar kepuasan? (Mat. 6:33; Luk. 12:15, 23; Ams. 15:16-17; 16:8; Pengkh. 5:10-11).
Perihal Pinjam Meminjam
Prinsip Dasar
  1. Alkitab mengajarkan memberi pinjaman daripada meminjam karena itu menghasilkan kebebasan dan pelayanan yang bijak (Ul. 15:5-6).
  2. Peminjaman atau hutang yang tidak bijak bisa membuat kita diperbudak (Ams. 22:7).
  3. Gunakan kredit sebijak mungkin dan hindari kredit sebisa mungkin. Walau tidak dihalangi oleh Alkitab, kredit pada umumnya dinyatakan dalam bentuk negatif. Roma 13:8 sering digunakan sebagai larangan untuk meminjam/berhutang, tapi ayat di atas tidak secara langsung melarang penggunaan kredit atau berhutang. Ayat tersebut jangan terlepas dari ayat-ayat sebelumnya, yan mana mengajarkan pentingnya seseorang membayar hutangnya baik secara fisik atau rohani diwaktu harus membayar.
  4. Mengenai kredit ada 2 alternatif dasar: (a) Beli sekarang dengan kredit dan bayar bersama dengan bunga. (b) Tabung sekarang dan beli kemudian dengan tunai dan simpan bunganya.
Jaga Pinjaman Sekecil Mungkin
  1. Bunga pinjaman menambah biaya hidup dan mengurangi kemampuan kita untuk melayani dengan baik. Jika kita harus meminjam, kita harus mencari bunga yang rendah dan jangka pendek.
  2. Kredit bisa berbahaya karena itu bisa memperbudak orang kepada kreditor dan keinginan mereka daripada keinginan Tuhan. Itu membuat dorongan untuk terus membeli lebih kuat. Sistem dunia sangat tergantung pada pembelian sebagai penenang kebosanan dan frustasi hidup.
  3. Kredit bisa menjadi pengganti kepercayaan pada Tuhan dan mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa menunggu waktu Tuhan. Kita menggunakan itu untuk mengurangi ketergantungan pada Tuhan. Kenapa? Karena kita sering takut Dia tidak memberikan apa yang kita inginkan saat kita menginginkannya (Ps. 37:7-9, 34; 147:11; Matt. 6:30-34; Fil. 4:19).
  4. Kredit mengurangi kemampuan kita memberi pada Tuhan dan mereka yang membutuhkan.
  5. Penggunaan kredit sering merupakan kegagalan untuk puas dengan apa yang telah kita miliki (dosa ketidakpuasan) (Fil. 4:11; 1 Tim. 6:6-8; Ibr. 13:5). Orang yang materialistis tidak pernah puas, tapi yang mengandalkan Tuhan belajar untuk mencukupkan diri.
Apa yang ‘Jangan’ dalam Meminjam
  1. Jangan membeli sesuatu dengan hutang jika itu akan menghancurkan kebebasan keuangan kita.
  2. Jangan berhutang sekarang atas alasan masa depan (seperti kenaikan harga atau penjualan yang lebih baik). Ini menyalahgunakan Tuhan dan kedaulatanNya.
  3. Jangan berhutang untuk rumah sebelum anda memiliki sumber pendapatan (Ams. 24:27).
  4. Jangan untuk kebutuhan sehari-hari, pengeluaran sehari-hari, atau untuk kesenangan.
  5. Jangan menggunakannya untuk hal-hal yang nilainya berkurang dengan cepat, kecuali jangka waktunya sangat pendek (yaitu, 30-90 hari).
  6. Mengenai barang benilai, seperti rumah atau investasi bisnis, jangan meminjam di luar kemampuan anda.
  7. Jangan mengijinkan hutang (tidak termasuk gadai) lebih dari 20 % take-home pay. Ambil yang 10 persen atau kurang.
  8. Jangan ijinkan pembayaran gadai (termasuk insuransi dan pajak) lebih dari 25 atau 30 persen take-home pay.
Pertanyaan yang Diperlukan Sebelum Meminjam
  1. Apakah saya benar-benar membutuhkannya?
  2. Apakah saya telah berdoa meminta Tuhan untuk itu dan menunggu cukup lama untuk dijawab olehNya?
  3. Apakah saya tidak sabar dan ingin memuaskan kesenangan secepatnya?
  4. Apakah Tuhan menguji iman, nilai, motivasi saya, dll.?
  5. Apakah saya tidak membelanjakan uang yang Tuhan sediakan untuk barang itu dengan baik atau melanggar prinsip keuangan Tuhan?
  6. Apakah saya bersalah karena:
Pelit: “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan” (Ams. 11:24; 11:25-27).
Terburu-buru: “Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman” (Ams. 28:20).
Malas: “maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata” (Ams. 24:34).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peringatan Serius Bagi Semua Orang Percaya Dan Gereja Tuhan!

7 Jenis Gereja Yang Akan Tertinggal

Intisari Injil Matius

Penyakit (rohani) Akhir Jaman

Kebenaran Alkitab Terbukti: Gerhana Super Blue Blood Moon dan Kitab Yosua