Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan
Basic Bible Lessons

Makna Super Blue Blood Moon

Shallom ....

Supermoon’ adalah Bulan penuh saat ia berada pada atau di dekat titik terdekatnya dalam orbitnya mengelilingi Bumi. Karena orbit Bulan berbentuk elips, pada satu sisi (apogee) ia akan berjarak sekitar 50.000 km lebih jauh dari Bumi daripada saat ia berada pada posisi terdekat (perigee). Bulan penuh perigee tampak sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang dari Bulan penuh yang terjadi di dekat apogee dalam orbit Bulan.

Dalam istilah astronomi, “Blood Moon” terjadi pada saat bulan berubah penampilan menjadi kemerahan, yang terjadi pada sebagian besar gerhana-gerhana bulan.
Supermoon berikutnya akan terjadi pada 31 Januari 2018. Ia juga disebut ‘Blue Moon’, karena merupakan bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender. Supermoon pada 31 Januari 2018 ini juga disertai gerhana bulan total, dengan totalitas yang dapat disaksikan mulai dari Amerika Utara bagian barat, melintasi Samudra Pasifik, Australia, dan Asia Timur.
Penampakan Bulan akan berubah seiring gerhana, secara bertahap semakin gelap dan berubah warna menjadi merah berkarat, menampilkan tontonan astronomi yang disebut Super Blue “Blood Moon”.

Kejadian-kejadian astronomis unik ini membuat beberapa pemimpin religius mengatakani bahwa ini mungkin merupakan tanda-tanda profetik.
Rabbi Yosef Berger, rabbi Makam Raja Daud di Gunung Zion, percaya bahwa rangkaian  Super Blue“Blood Moon” memiliki arti penting yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa dunia saat ini yang berhubungan dengan Israel.
Rabbi Yosef Berger menyebutkan bahwa Tuhan menciptakan benda-benda astronomis sebagai tanda-tanda.

Kejadian 1:14  Dan Allah berfirman, “Biarlah ada benda-benda penerang pada cakrawala di langit untuk memisahkan antara siang dengan malam, dan mereka ada untuk tanda-tanda dan untuk musim-musim dan untuk hari-hari dan tahun-tahun.

“Talmud menyatakan bahwa Israel dihakimi berdasarkan perbuatan-perbuatan kita, oleh komitmen kita terhadap HaShem (Tuhan), dan bukan oleh tanda-tanda astronomi,” kata Rabbi Berger. “Sebenarnya, Talmud menyatakan bahwa gerhana bulan merupakan pertanda buruk bagi orang-orang yang membenci Israel.”

Fakta tentang gerhana-gerhana merupakan suatu keajaiban, yang unik bagi Bumi. Para astronom menyebut ini sebagai ‘Kebetulan Besar’: fakta bahwa Matahari persis 400 kali lipat lebih besar daripada Bulan, tetapi, karena Bulan 400 kali lipat lebih dekat terhadap Bumi daripada Matahari, kedua benda angkasa ini tampak berukuran sama. Hal ini tidak didapati di planet lain mana pun yang sudah diketahui.

Fitur unik dari Bumi ini dijelaskan dalam Talmud (Hulin 60b) sebagai bagian penting dari kisah Penciptaan. Talmud membahas apa yang kelihatan kontradiksi dalam ayat yang menggambarkan penciptaan Matahari dan Bulan.

Kejadian 1:16  Dan Allah menjadikan dua benda penerang. Benda penerang yang lebih besar untuk menguasai siang dan benda penerang yang kecil serta bintang-bintang untuk menguasai malam.

Meskipun pada awalnya digambarkan dalam istilah-istilah yang sama, ayat tersebut kemudian mencatat bahwa Matahari dan Bulan tidaklah sama. Matahari disebut “benda penerang yang lebih besar” dan Bulan disebut “benda penerang yang lebih kecil”. Talmud menjelaskan bahwa ketika Tuhan menciptakan Matahari dan Bulan, mereka setara dalam segala hal, termasuk ukuran dan intensitasnya. Bulan mengeluh, dengan berkata, “Dua raja tidak dapat berbagi satu mahkota.” Tuhan menyetujuinya dan membuat Bulan bersinar lebih redup, dan memberikan kompensasi dengan memerintahkan Israel menetapkan kalender berdasarkan siklus-siklus Bulan.

1 Korintus 15:41 Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.

Rabbi Berger melanjutkan, “Orang-orang yang tidak dapat menerima bahwa Tuhan berada di belakang peristiwa-peristiwa alam, adalah pembenci Israel, karena kehadiran Israel di dunia ini memberikan kesaksian akan fakta akan adanya Pencipta. Tuhan menggunakan alam untuk mendatangkan malapetaka-malapetaka ke Mesir. Namun meskipun tulah-tulah itu melampaui apa pun yang pernah disaksikan sebelumnya, Firaun menolak untuk menerima Tuhan berada di belakang peristiwa-peristiwa itu. Kita melihat ini sekarang ini, dengan terjadinya badai-badai dan gempa-gempa bumi dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Rabbi mengatakan bahwa meskipun gerhana-gerhana bulan itu rutin terjadi, peristiwa-peristiwa yang bisa diprediksi, mereka adalah sumber kekaguman dan harus dipahami sebagai tanda-tanda, yang ditetapkan Tuhan.

Apa pendapat anda?



(sumber : https://www.charismanews.com/opinion/standing-with-israel/68838-is-this-super-blue-blood-moon-a-sign-of-triple-divine-judgment)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Intisari Injil Matius

Intisari Kitab Daniel

Peringatan Serius Bagi Semua Orang Percaya Dan Gereja Tuhan!

Kebenaran Alkitab Terbukti: Gerhana Super Blue Blood Moon dan Kitab Yosua

Efek Membaca Alkitab Bagi Kesehatan