Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan
Basic Bible Lessons

Nubuatan Tentang Pohon Ara

Nubuatan Tentang Pohon Ara
Shallom .....

Jika kita sungguh-sungguh memperhatikan garis waktu tentang kedatangan Tuhan, maka kita akan menemukan sebuah nubuat yang sangat penting yang diucapkan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid, yaitu nubuat ‘Angkatan Pohon Ara’.
Nubuat ini mengatakan bahwa semua peristiwa akhir zaman akan terjadi sebelum satu generasi manusia dari zaman ‘Pohon Ara’ itu berlalu.

“Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas... Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” ( Matius 24:32-35 )

Dengan nubuatan ini, Tuhan Yesus berusaha menyingkapkan bahwa semua kejadian akhir zaman yang disebutkan di ayat-ayat sebelumnya, seperti masa Kesusahan Besar dan peristiwa Pengangkatan akan terjadi dalam masa satu angkatan itu. Jadi bila kita dapat mengenali berapa lama satu angkatan atau satu generasi, dan mengetahui angkatan mana yang dimaksud dalam nubuat itu, maka kita akan dapat memperkirakan pada masa yang mana Pengangkatan Gereja-Nya akan terjadi.

Pohon Ara adalah lambang negara Israel secara simbolik. Hal ini sangat jelas disebutkan di dalam Alkitab, seperti contoh dalam Hosea 9:10, Tuhan memandang nenek moyang bangsa Israel seperti buah-buah ara “...seperti buah sulung sebagai hasil pertama pohon ara Aku melihat nenek moyangmu...” Jika orang Israel diibaratkan buah-buah Ara, maka negara Israel atau kerajaan Israel itu ibarat pohonnya. Ini disebutkan di kitab Nahum bahwa segala kubu Israel atau rumah pertahanan Israel itu ibarat Pohon Ara.

“Segala kubumu adalah seperti pohon ara... Sesungguhnya, laskar yang di tengah-tengahmu itu... pintu-pintu gerbang negerimu... “ ( Nahum 3:12-13 )

Sebenarnya pokok bahasan ini telah disampaikan oleh banyak pengkhotbah akhir zaman. Namun perdebatan muncul ketika menyimpulkan berapa tahun sebenarnya satu generasi atau satu angkatan. Ada hamba Tuhan yang berpendapat satu angkatan itu 40 tahun, karena mengacu bangsa Israel harus berputarputar selama 40 tahun di padang gurun untuk menghapus satu generasi yang berdosa.
“Sebab itu bangkitlah murka TUHAN kepada orang Israel, sehingga Ia membuat mereka mengembara di padang gurun empat puluh tahun lamanya, sampai habis mati segenap angkatan yang telah berbuat jahat di mata TUHAN.“ ( Bilangan 32:13)
Namun bila kita teliti konteks ayat di atas, 40 tahun di padang gurun itu sebenarnya bukan keseluruhan usia dari generasi yang berdosa itu. Mereka yang memberontak kepada TUHAN di padang gurun adalah para tuatua yang sudah separuh umur. Kita tahu jelas bahwa generasi muda bangsa itu akhirnya diijinkan masuk ke tanah Perjanjian. Hanya para tua-tua dan orang dewasa yang telah melewati sebagian usia mereka, yang dimaksud akan habis di padang gurun setelah 40 tahun lamanya.
Jadi 40 tahun itu bukan ukuran satu generasi dari awal sampai akhir, hanya separuh dari usia satu generasi. Kemudian ada pengkhotbah yang menyatakan bahwa usia satu angkatan atau generasi itu sama dengan 70 tahun atau 80 tahun.

Pendapat ini mengacu pada doa profetik Musa yang ditulis di kitab Mazmur Daud, yang mengatakan bahwa usia manusia adalah 70 tahun atau 80 tahun. “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.“ ( Mazmur 90:10 )
Dari pendapat yang terakhir kita mengerti bahwa satu generasi itu 70 tahun atau 80 tahun. Namun berkaitan dengan nubuat ini, ada tambahan referensi yang penting yang akan memperjelas sekaligus mengkonfirmasi jumlah tahun yang tepat. Bahwa Pohon Ara yang disebut dalam nubuat ini adalah lambang negara Israel, dan tentang ini Alkitab menyebutkan jumlah tahun dimana Yerusalem akan terbengkalai selama 70 tahun.

“...Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun.” ( Daniel 9:2 ) Bangsa Israel telah mendeklarasikan kemerdekaannya sejak tahun 1948. Walau demikian kota tua Yerusalem, yang merupakan ibukota profetik untuk kemerdekaan sejati bangsa Israel, masih merupakan reruntuhan sampai dengan hari ini. Selama 60 tahun lebih negara Israel berganti pemerintahan, namun tidak seorangpun dari para pemimpin yang muncul dapat mewujudkan pembangunan kota tua Yerusalem. Hal mengherankan ini bisa terjadi karena nubuatan 70 tahun Yerusalem sebagai timbunan puing harus digenapi terlebih dahulu. Kitab Yeremia sangat jelas mengenai nubuat Tujuh Puluh Tahun pembiaran.

Walaupun pasal ini konteksnya berkaitan pembuangan ke Babel, tetapi ini merupakan nubuat ganda bagi bangsa Israel di akhir zaman, mengingat Yeremia adalah nabi bagi bangsa-bangsa dan juga pemberita nubuat akhir zaman.

“ Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.” ( Yeremia 29:10 ) Kata “memperhatikan” dalam ayat di atas, berasal dari kata kerja Ibrani “efkod”, dalam konkordansi Ibrani Strong tertulis maknanya: hadir, mengunjungi, menggalang, menetapkan. (“attend, visit, muster, appoint”). Ini menyatakan setelah 70 Tahun, Tuhan Yesus sudah hadir memerintah di Yerusalem. Seluruh janji TUHAN akan tergenapi, dan bangsa Israel seluruhnya dapat kembali ke dalam kerajaan-Nya. Artinya semua nubuatan persiapan kembalinya Tuhan Yesus akan lebih dahulu terjadi sebelum genap 70 tahun. Hal ini sejalan dengan nubuatan Angkatan Pohon Ara  dan jumlah tahunnya ialah 70 Tahun.  RANTING-RANTING MELEMBUT Banyak orang yang secara sederhana dapat memahami nubuat ini, bahwa sejak masa kelahiran negara Israel pada tahun 1948, sampai dengan 70 tahun kemudian segala nubuatan persiapan Kedatangan Tuhan akan selesai digenapi seluruhnya. Mereka pun menghitung dengan hitungan sederhana menggunakan kalender Masehi: 70 tahun dari 1948, maka nubuat Angkatan Pohon Ara sudah akan selesai pada tahun 2018. Disini terbukti begitu jelas Alkitab pun berusaha menunjukkan kepada semua orang bahkan yang paling sederhana sekalipun bisa mengerti dengan mudah bahwa kita sudah benar-benar berada diujung akhir zaman.

Namun bagi yang ingin mempelajari perhitungan yang lebih detail mungkin tertarik untuk mengetahui apa sesungguhnya momentum yang dimaksud dengan “ketika rantingrantingnya melembut dan mulai bertunas”? Biasanya orang hanya fokus kepada kata “bertunas” yang dimaknai sebagai saat kelahiran negara Israel. Namun ternyata yang diucapkan bukan pohon ara ini baru ditanam tetapi sudah ada ranting-rantingnya. Dan momen yang dimaksud adalah ketika ranting-ranting itu melembut dan mulai mengeluarkan daun-daun. Dalam Alkitab bahasa Inggris versi King James disebut “When his branch is yet tender, and putteth forth leaves” (Mat. 24:32 KJV).

Ini maknanya ketika negara Israel (‘Pohon Ara’) mulai berdamai (melembut) dengan negara sekelilingnya dan mulai bisa tumbuh berkembang sebagai negara merdeka (mengeluarkan daun-daun).

Memang bangsa Israel telah mendeklarasikan kemerdekaannya sejak 14 Mei 1948, namun keesokan harinya langsung pecah perang terbuka karena negara-negara tetangga di sekitarnya menolak mengakui kedaulatan negara Yahudi itu. Baru setahun kemudian perang berhenti dan Israel berdamai dengan negara-negara tetangganya dan mulai bisa tumbuh sebagai sebuah negara berdaulat. Momentum yang dimaksud adalah ketika Israel akhirnya diakui sebagai negara merdeka oleh PBB pada 11 Mei 1949, dan keesokan harinya tanggal 12 Mei 1949 semua negara tetangga Israel bersedia menanda-tangani Protokol Lausanne, perjanjian damai di kota Lausanne - Swiss. Inilah awal hitungan untuk Angkatan Pohon Ara secara historis. Jika kita menghitung 70 tahun dari Perjanjian Lausanne untuk mengetahui akhir dari Angkatan Pohon Ara itu. Secara profetik 1 tahun sama dengan 360 hari, maka 70 tahun profetik sama dengan 25,200 hari. Maka 70 tahun atau 25,200 hari dari tanggal 12 Mei 1949, maka Angkatan Pohon Ara itu akan genap 70 tahun pada hari Sabtu tanggal 11 Mei 2018.

Disini Alkitab kembali menunjukkan hal yang mengagumkan, keesokan hari dari genapnya Angkatan Pohon Ara itu, yaitu tanggal 12 Mei 2018 atau tanggal 26 bulan 2 (Iyyar) dalam Torah Calendar adalah hari yang bertepatan dengan  Hari Kenaikan Tuhan Yesus (“Aliyah Messiah”), yaitu hari ke40 setelah peringatan Kebangkitan Tuhan (“First Fruit”) 3 April 2018. Sekarang kita jadi teringat pesan yang dimaksud oleh dua malaikat Tuhan kepada murid-murid pada hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Apakah yang dimaksud Yesus akan turun kembali sama seperti pada waktu KenaikanNya, termasuk juga tanggalnya menurut Kalender Tuhan? “...Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” ( Kisah Rasul 1:11 ) Selama ini bagian kalimat “cara yang sama” dalam ayat ini, hanya dipahami sebagai bagaimana nampaknya Tuhan naik ke awanawan secara terlihat nyata, begitupun Tuhan akan turun kembali demikian rupa.

Tetapi bisa saja maksud dari kata ‘cara yang sama’ - yang dalam Alkitab KJV ditulis “same manner” - termasuk mengenai waktunya dalam kalender Tuhan. Tuhan Yesus naik ke Surga pada hari ke 40 setelah KebangkitanNya, yaitu pada tanggal 26 bulan 2 (Iyyar) menurut Torah Calendar. Ada pola yang memungkinkan bahwa Tuhan Yesus akan turun kembali ke bumi pada tanggal yang sama dengan tanggal Kenaikkan-Nya ke surga.     . Ini bukan Hari Kedatangan Tuhan di awan-awan untuk Pengangkatan orang percaya. Kedatangan untuk Pengangkatan harus terjadi lebih dahulu jauh sebelum tanggal ini. Kedatangan Kedua atau “second coming” adalah saat dimana Tuhan Yesus bersamasama orang kudus-Nya turun kembali ke bumi untuk memerintah.

“... Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan namaNya ialah: ‘Firman Allah’. Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.” ( Wahyu 19:13-14 ) Nubuat Angkatan Pohon Ara ini begitu tepat perhitungannya jatuh ke hari Kenaikan Tuhan dan didukung oleh pesan Kenaikan yang memang mengarah kesana. Tetapi ini semua adalah sematamata hasil studi yang bisa saja tidak sempurna. Namun baiklah hal ini diuji dan menjadi bahan observasi agar jemaat Tuhan hidup lebih sungguh-sungguh dan selalu dalam keadaan yang siap sedia. Sebab jika penyelidikan ini benar maka artinya kita tidak punya banyak waktu lagi. Sebab Kedatangan untuk Pengangkatan harus terjadi jauh sebelum Angkatan ini berlalu, artinya sisa waktu yang ada sudah singkat. Kita harus segera menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sebagai orang percaya dan sebagai hamba Tuhan. Mempersiapkan diri dan jemaat agar didapati layak di hadapan Tuhan Yesus, pada waktu Kedatangan-Nya.

(sumber : http://pesanakhirzaman.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Intisari Injil Matius

Intisari Kitab Daniel

Peringatan Serius Bagi Semua Orang Percaya Dan Gereja Tuhan!

Kebenaran Alkitab Terbukti: Gerhana Super Blue Blood Moon dan Kitab Yosua

Efek Membaca Alkitab Bagi Kesehatan