Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan
Basic Bible Lessons

7 Jenis Gereja Yang Akan Tertinggal


7 jenis gereja yang akan tertinggal
Shallom .....

“Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang...” ( Lukas 12:37 )

Alkitab telah memperingatkan para hamba Tuhan dan umat Tuhan untuk berjaga-jaga agar jangan menjadi orang yang tertinggal pada hari Pengangkatan. Tuhan Yesus mengatakan bahwa hambahamba Tuhan agar berjaga-jaga bagi jemaat yang digembalakannya. Tuhan berkata bahwa mereka yang berjaga-jaga bagi jemaatnya dengan baik akan berbahagia pada waktu Kedatangan-Nya.

Namun sayang sungguh sayang begitu banyak hamba Tuhan tidak mempersiapkan jemaatnya sepadan dengan apa yang ditekankan oleh Alkitab. Bahkan banyak diantara hamba Tuhan tidak pernah menyampaikan tentang Kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Tuhan Yesus mengatakan bahwa hambahamba yang tidak melakukan persiapan yang seharusnya, akan mendapat banyak ‘pukulan’.

 “Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.” ( Lukas 12:47 ) 

Tetapi yang paling rugi di antara semuanya adalah anggota jemaat yang hamba Tuhan-nya tidak pernah mengajar dan mempersiapkan mereka soal akhir zaman. Anggota jemaat dari gereja yang tidak mempersiapkan jemaatnya akan Kedatangan Tuhan akan menjadi orang-orang yang paling malang. Mereka tidak akan mampu menghadapi keputusan sulit di detik-detik terakhir. Anggota jemaat tidak bisa protes belakangan bila ternyata tertinggal bersama-sama pendetanya. Sang pendeta akan kena hukuman karena kesalahannya sendiri, tetapi anggota jemaat akan kehilangan kesempatan yang sangat berharga yang bersifat kekal karena kesalahan pendetanya. Apakah gereja Anda telah mempersiapkan jemaatnya dengan baik? Berikut ini ciri-ciri gereja yang dalam bahaya dan anggota jemaatnya berpotensi akan tertinggal dalam peristiwa Pengangkatan. Gereja seperti ini harus bertobat dan berbalik ke jalan yang benar dan segera mempersiapkan jemaatnya menjadi siap sedia menghadapi Kedatangan-Nya tidak lama lagi.  



1.  GEREJA TANPA PENGAJARAN & PERMURIDAN

Gereja yang hanya mengutamakan peribadatan, penyembahan, aksi sosial dan kegiatan gerejawi tetapi tidak mengajar, akan kehilangan jemaatnya di akhir zaman. Alkitab dengan sangat jelas memperingatkan bahwa pada akhir zaman akan muncul guruguru palsu, jemaat yang tidak diajar dengan baik akan mudah disesatkan oleh ajaran mereka dan pergi meninggalkan gereja. “ Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. 

Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan...” ( 2 Petrus 2:1 )

Jemaat yang pergi mengikuti guru-guru palsu meninggalkan ajaran iman yang sehat dan akan hidup menuruti ajaran yang sesat dan kehilangan keselamatan. Sudah barang tentu orang-orang yang demikian sudah terhilang sebelum waktu Pengangkatan sekalipun. Jadi penting sekali pengajaran dalam sebuah gereja. Ingatlah bahwa pengajaran adalah bagian dari “great commandment” atau Perintah Agung Tuhan Yesus. 

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu...” ( Matius 28:19-20 )  

Hamba-hamba Tuhan tidak hanya diperintah untuk memberitakan Injil dan membaptis orang berdosa, tetapi juga mengajar mereka untuk memahami Firman Tuhan Yesus. Dengan demikian jemaat dapat bertumbuh dalam pengertian yang benar akan keselamatan dan hidup baru yang telah mereka terima dalam Tuhan Yesus. Dan mereka akan dibangun di atas dasar iman yang kokoh tidak tergoyahkan dan terseret oleh berbagai penyesatan. 



2.  GEREJA YANG TIDAK BERSIAP SEDIA UNTUK AKHIR JAMAN 

Jemaat yang tidak pernah diajar bagaimana harus siap menghadapi Hari Kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, akan sangat berpotensi tertinggal dan tidak turut dalam peristiwa pengangkatan. Karena untuk hal ini tidak hanya butuh percaya dan dibaptis, namun jemaat harus mengerti bagaimana hidup bertahan tidak terseret arus zaman dan bagaimana siap sedia bila saat pengangkatan itu tiba.
Alkitab berkali-kali menyampaikan pengajaran tentang akhir zaman dan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Hamba Tuhan yang baik akan berjaga-jaga tentang hal ini dan mengajar jemaat tentang topik yang sangat ditekankan dalam Perjanjian Baru ini.

 “ Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.” ( Wahyu 3:3 )  

Banyak orang Kristen bahkan pendeta salah mengerti dengan arti kata ‘berjaga-jaga’. Pada umumnya orang menganggap ‘berjaga-jaga’ artinya: hidup suci dan kudus saja, ini pengertian sempit dan kurang lengkap. Kata ‘berjaga-jaga’ dalam Perjanjian Baru berasal dari kata Yunani “Gregoreo” artinya terus memperhatikan atau terus mengawasi (“Keep watching”), waspada tidak lengah (“on alert - stay awake”). 

Jadi sederhananya ‘berjaga-jaga’ artinya mempelajari atau melakukan observasi atau mengawasi tandatanda akhir zaman, supaya kalau hal itu tiba saatnya, kita tidak terkejut dan sudah siap sedia. Itulah sebabnya dikatakan “kalau tidak berjaga-jaga, engkau tidak tahu waktunya”, sebab ‘tidak berjaga-jaga’ artinya tidak mau mempelajari, tidak mau menyelidiki.   

Banyak hamba Tuhan tidak mengajar tentang akhir zaman dengan alasan tidak menguasai topik ini. Tetapi hal ini tidak perlu menjadi alasan di zaman akhir ini, sebab sekarang kita dapat dengan mudah mencari referensi dan belajar dari banyak sumber. Dan seandainyapun masih kesulitan, bisa mengundang pembicara dari luar yang biasa mengajar tentang akhir zaman. Minimal jemaat disadarkan bagaimana harus siap sedia bila saatnya tiba, mereka tidak ragu-ragu meninggalkan dunia ini dengan segala kemegahannya. 

Jemaat yang gerejanya tidak pernah mau mengajar tentang akhir zaman dan Kedatangan Tuhan kedua kali, harus proaktif mencari bacaan atau menggali sendiri dari Alkitab tentang hal ini. Karena Tuhan Yesus begitu mementingkan hal ini, bahkan sesudah kebangkitan-Nya berhari-hari sampai Hari Kenaikannya, Ia mengajar tentang Kedatangan-Nya yaitu tentang Kerajaan-Nya yang akan datang. 

“Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” ( Kisah Rasul 1:3b )  

Dalam soal kerohanian jangan hanya bergantung kepada seorang pendeta saja, kita sendiri yang akan memetik hasil apa yang kita imani dan kita lakukan. Jangan sampai kita tidak menangkap pesan-Nya, padahal Yesus telah berkata: 

“Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.” (Matius 24:25).  



3.  GEREJA YANG MENGANDALKAN BERKAT MATERI 

Alkitab telah menubuatkan bahwa pada akhir zaman manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang ( 2 Tim 3:2 ). 

Jadi jangan heran bila manusia lebih tertarik dengan khotbah-khotbah tentang berkat dan kesuksesan materi. Namun gereja tidak boleh lari dari misinya dan berusaha memuaskan telinga orang banyak. Sebaliknya harus mengingatkan jemaat untuk tidak menjadi materialistis dan mengejar kepentingankepentingan duniawi.   

 “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingankepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tibatiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” ( Lukas 21:34 ) 

Gereja yang menyerah lalu mengikuti arus dunia, dan malah aktif menyuguhkan thema-thema khotbah yang sangat materialistis akan menjerumuskan anggota jemaatnya. Jemaat seperti mendapat ‘restu’ untuk mengejar kepentingan-kepentingan duniawi, dan ayat di atas berkata: pada hari Tuhan hal itu akan menjadi jerat bagi mereka.

Mereka tidak akan dapat melepaskan diri dari manisnya dunia ini. Mereka justru akan menolak mengikut Tuhan, sebab mereka tidak akan rela meninggalkan harta mereka di dunia. Hati mereka telah terlanjur terpaut kepada kesuksesan dan kemegahan dunia ini. Mereka akan terhilang dan binasa bersama dunia yang sedang lenyap.    

 “...Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu... Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” ( 1 Yohanes 2:15-17 ) 

Waktu malaikat Tuhan datang mengajak orang itu untuk pergi ke perjamuan di sorga, mereka akan berkata, siapa yang akan mengurus semua usaha? siapa yang akan menjaga harta benda? siapa yang akan memetik hasil investasi selama ini? Di mana harta mereka berada, di situ hati mereka akan tinggal (Matius 6:21), mereka akan sulit sekali ke sorga.   



4.  GEREJA TANPA PERTOBATAN 

Salah satu gereja yang berpotensi membuat jemaatnya banyak tertinggal tidak turut dalam Pengangkatan adalah gereja yang tidak pernah mengkhotbahkan pertobatan. Lebih lagi sekarang muncul pengkhotbah ‘besar’ yang malah mengajarkan jemaat tidak perlu lagi bertobat. Alasannya semua dosa di masa lalu, hari ini, dan masa depan sudah semuanya di bayar lunas oleh darah Yesus. Ajaran ini sesat bukan karena soal penebusannya, memang Kristus telah membayar lunas semua dosa kita, tetapi jika kita mengaku dosa kita. Ajaran agar tidak mengaku dosa kita dan bertobat menyesali perbuatan dosa itu adalah perangkap iblis untuk menyeret jemaat ke neraka. Awas! 

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” ( 1 Yohanes 1:9 ) 

Perhatikan disini: jika dan hanya jika kita mengaku dosa kita, kita diampuni dan disucikan dari segala dosa. Tetapi jika kita tidak mengakui bahwa kita berdosa setelah melakukan perbuatan yang tergolong dosa, dan menganggap hal itu tidak lagi menjadi sebuah dosa, itu penyerongan ajaran Kristus. 

“Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.” ( 1 Yohanes 1:10 )

Jangan terjebak dalam siasat iblis yang pandai memutar balik Firman. Mereka berkata “kuasa dosa sudah dipatahkan, dosa telah ditelan dalam kemenangan,” ini dusta! Yang telah ditelan dalam kemenangan itu maut, bukan dosa! Dan inipun konteksnya setelah kita mengenakan Tubuh Kemuliaan bukan sekarang. Kelak Kematian akan dikalahkan, setelah kita mengenakan tubuh yang tidak dapat binasa. “Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.” ( 1 Kor. 15:54 )  

Sekali lagi yang dikalahkan adalah kematian dan itu nanti, sedangkan upah dosa itu tetap kematian. Hati-hati kuasa dosa tidak pernah dipatahkan, sebab kuasa dosa itu Hukum Taurat (1 Kor. 15:56 ). Dan Hukum Taurat tidak pernah dibatalkan, satu iota pun tidak akan dihapus dari Hukum Taurat (Mat. 5:18). Yang Tuhan Yesus lakukan adalah membayar atau menggenapi hukum Taurat, bukan membatalkannya (Mat. 5:17). 

Jadi dosa tetaplah sebuah dosa, dan harus diakui bila dilakukan dan butuh pertobatan. “Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabiNya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. 

Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan.” ( Kisah Rasul 3:18-19 )

Gereja yang tidak mengkhotbahkan pertobatan adalah gereja yang menjerumuskan umat Tuhan berkubang dalam lumpur dosa. Jemaat akan binasa dalam keangkuhan dosa, rasa tidak bersalah tidak akan menyelamatkan mereka. Jemaat yang demikian akan tertinggal dan masuk ke dalam golongan orang-orang yang mengalami murka Allah. 

“... Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.” ( Roma 2:4-5 )



5.  GEREJA TOLERAN TERHADAP PENYEMBAHAN BERHALA 

Gereja yang toleran terhadap berhala sangat berbahaya bagi jemaat Tuhan. Gereja yang seperti ini secara tidak sadar akan mengajar jemaat-Nya juga toleran terhadap berhala-berhala.
Dan Tuhan sangat melarang kita memiliki hubungan apapun dengan berhala-berhala. 

“Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah... Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka,  dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan...” ( 2 Korintus 6:16-17 ) 

Salah satu dari tujuh jemaat kitab Wahyu yaitu jemaat Tiatira, dicela karena toleran terhadap pengajar yang menghasut jemaat untuk makan persembahan berhala. Mengijinkan seorang penyembah berhala mengajar di dalam gereja Anda merupakan sebuah kesalahan besar. Karena orang itu akan mengimpartasikan roh “idolatry” kepada jemaat. “Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahanpersembahan berhala.” ( Wahyu 2:20 ) Jangan menganggap ringan sangkut-paut dengan berhalaberhala. Orang yang terkait dengan berhala akan dianggap cemar dan tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan-Nya. Artinya orang-orang demikian tidak akan turut dalam Pengangkatan. 

“Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.” ( Efesus 5:5 ) 

Sebaliknya amarah Tuhan telah tersedia bagi orang yang tidak mau membuang berhalaberhalanya. Kehangatan murkaNya tertuju kepada orang yang selalu melihat patung-patung berhala mereka.  “... setiap orang yang tidak membuangkan dewa-dewanya yang menjijikkan, ke mana ia selalu melihat, dan tidak meninggalkan berhala-berhala... 

Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka untuk melampiaskan murka-Ku kepadanya...” ( Yehezkiel 20:8 ) 


6.  GEREJA TANPA PIKUL SALIB 

Gereja yang tidak mengajarkan jemaatnya untuk pikul salib, akan mengakibatkan banyak orang mengundurkan diri di masa sukar. Gereja yang hanya mengkhotbahkan apa yang enak didengar telinga dan hanya memberikan mimpi-mimpi indah, akan kehilangan banyak jemaatnya sebelum Tuhan datang kedua kali. Alkitab berkata akan datang masa yang sukar, jemaat harus dibangun kekuatan manusia batinnya. 

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.“ ( 2 Timotius 3:1 ) 

Gereja-gereja yang saleh pada masa lalu sering dicemooh karena mengajarkan jemaat untuk pikul salib dan bertahan dalam kesukaran. Para pencemooh mengatakan Tuhan Yesus telah memikul salib kita, dan Dia dijadikan miskin supaya kita menjadi kaya untuk mematahkan ajaran salib. Mereka mengajar bahwa dengan menjadi Kristen kita akan selalu mendapat pertolongan Tuhan dan dihindarkan dari berbagai kesukaran. Tetapi yang benar Tuhan tidak pernah menjanjikan akan meniadakan penderitaan dan kesukaran dari orang percaya. Bahkan Paulus justru mengatakan seorang pelayan Tuhan harus menunjukkan kesabaran dan tahan dalam menanggung penderitaan dan kesesakan. 

“Sebaliknya, dalam segala hal “Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, “ ( 2 Korintus 6:4 ) 

Gereja yang tidak mengajar jemaatnya bersabar dalam kesulitan dan kesesakan akan melahirkan jemaat Kristen yang lemah dan tidak dewasa. Gereja seperti ini akan mudah kehilangan anggota jemaatnya. Mereka yang terbiasa diajar mengukur perkenanan hanya dari berkat materi dan kesuksesan duniawi, akan menjadi orang Kristen yang mudah kecewa. Jemaat akan mudah kecewa ketika membandingkan orang lain di luar yang hidup secara duniawi, lebih sukses dan berhasil dari mereka. Pada akhirnya mereka akan menganggap Tuhan tidak adil, mereka akan menjadi tawar hati dan undur meninggalkan Tuhan jauh sebelum Tuhan Yesus datang kembali.  


7.  GEREJA TANPA KASIH DAN PENGAMPUNAN 

Yang terakhir tetapi yang tidak kalah bahayanya, gereja yang telah meninggalkan kasih dan pengampunan. Gereja yang demikian akan membuat banyak anggota jemaatnya tertinggal pada waktu Pengangkatan. Seberapa pun megahnya gereja ini, dan seberapa besarnya jumlah anggota sebuah gereja, jika tidak menggemakan kasih dan mengimpartasikan pengampunan akan menjadi gereja yang kering dan penuh orang yang bermasalah.

Jemaat Efesus adalah satu di antara tujuh jemaat kitab wahyu yang dipuji hampir dalam segala hal. Tetapi Jemaat Efesus telah dicela karena telah meninggalkan kasih mula-mula. 

“Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat... Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. “ ( Wahyu 2:2-4 ) 

Banyak gereja yang pada waktu mula-mula, begitu hangat dan penuh kasih mesra. Namun begitu gereja menjadi maju dan kesibukan pelayanan meningkat pesat, hubungan antar jemaat dan antar pengerja menjadi dingin dan penuh konflik. Kasih persaudaraan tidak lagi menjadi prioritas, sebagai gantinya adalah disiplin dan profesionalitas. Pelayanan menjadi medan persaingan sengit, masih saling tersenyum di depan publik namun di belakang mimbar penuh intrik licik. Banyak konflik tercipta dan luka batin dibiarkan membusuk menjadi kepahitan dan kebencian. Gereja yang demikian akan penuh dengan orang-orang yang sakit hati dan tidak dapat mengampuni. Segala pekerjaan yang berharga menjadi sia-sia ketika dilakukan tanpa cinta. Gereja yang seperti ini mendukakan Roh Kudus.

“Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu... “ ( Efesus 4:30-31 ) 

Gereja yang tanpa kasih dan pengampunan akan tertinggal. Gereja harus kembali dipenuhi kasih persaudaraan dan melimpah dengan pengampunan, supaya orang-orang yang luka batin dapat disembuhkan dan mereka yang tawar hati dapat dipulihkan. Orang-orang yang terhilang dapat ditemukan kembali  dan mereka yang tersesat dapat menemukan jalan pulang.



(sumber : http://pesanakhirzaman.com)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peringatan Serius Bagi Semua Orang Percaya Dan Gereja Tuhan!

Intisari Injil Matius

Efek Membaca Alkitab Bagi Kesehatan